Harapan Ceria ataukah Sia-sia.
Malam ini, Bobby Meidianto duduk di sebuah emper toko di perempatan Nonongan, Solo, segelas Coffemix ada di sampingnya, beberapa meter darinya sebuah warung wedangan sedang buka dan berjualan. Baru jam sembilan malam kurang. uangnya hanya cukup untuk beli segelas kopi dan sebungkus kacang [kurang lebih Rp. 3000,-] Tampak dari rumah makan di depannya [seberang jalan], keluar tiga orang muda-mudi, satu laki2 dan dua orang cewek, satunya pakai jilbab. Mereka menyeberang jalan kearah Bobby Meidianto, dan lalu masuk mobil itu.
Bobby tidak begitu perhatika mereka bertiga secara jelas, namun ia pikir, laki2 itu mirip keturunan TiongHoa, namun dua cewe itu Jawa. ia lebih perhatikan gadis tanpa jilbab yang langsung segera masuk ke mobil. Tiba2 si pria keluar lagi setelah duduk sebentar di dalam mobil, dan menghampiri Bobby. Tangannya menyodorkan sesuatu.
Bobby yang agak bengong segera melihat kearah tangan dan….”Uang???” Pikirnya. “Sodaqoh Pak???” tanyanya, dan di jawab dengan anggukan dan senyuman. Bobby “Jaguar” segera menerimanya sambil mengucapkan terima kasih, ia masih bengong, hingga pria itu dengan mobilnya dan kedua cewek itu berlalu dari hadapannya.
“I m forget it….. who is he? sepertinya ku pernah kenal?….Ia kembali kumat…..ingatannya yang seperti potret, segera melayang, playback ke masa lalu…..seseorang yang bertubuh sterk, atletis, dengan senyum khas dan kacamata yang hampir mirip punyanya dulu, dan dengan wajah dan perawakan yang mirip kawan SMP 5 nya yang sekarang jadi juragan ES Krim WALLS sekaligus kawan yang bikin ia keqi. “Astaghfirullah…… OTOT??? Pikirnya sambil menyebut nama orang tadi itu. Otot nama panggilan pria itu, Aslinya Totok kalau tidak keliru tapi kawan2nya biasa memanggilnya Otot, dan Bobby pun juga jadi ikutan sering sebut nama itu. “Anak itu dulu kan tinggalnya di Asrama Brimob? sekarang dimana ia? apa yang pakai jilbab tadi itu istrinya? Aku koq sampai pangling begitu?.
Ingatannya melayang saat ia masih melatih di perguruan Yassien dan Otot itu, beserta banyak anak2 Brimob lainnya, yang sebelumnya adalah anak buah kakak nak ndulurnya Mas Teddy dari Perguruan Satya, dan kemudian setelah itu berganti nama jadi Bima Sakti, masuk ke Perguruan Yassien. Dan Otot itupun dulu termasuk yang berbakat dan kalau tidak keliru di kemudian hari pernah ikut melatih namun bukan grupnya.
Dipandangnya uang di tangannnya dan ….”Rejeki sangkan Paran….Allah jua yang mengaturnya”pikirnya, ingatannya segera ke weblognya Kupu Kertas, …”tapi enggak ah…itu nanti bisa ku minta tolong kawan2 Ybpbikm” pikirnya lagi. Cacing di perutnya minta di isi sepertinya sebab, tiba2 saat itu, ia merasakan kurang enak di perutnya. “Nah…. ini yang perlu…. what the matter? I am hungry kan? Good idea, ku lihat tadi masih ada nasi di jual disitu…dan masih ada lauk enak…telur puyuh….gwe pas lagi pengin banget makan itu tapi koq tadi uangku kurang, sekarang ada uang cukup.
Akhirnya ….ia segera mengambil makanan itu dan dalam waktu singkat sebungkus nasi dan lauknya habis. Cuma sebungkus? yah…. bukan uangnya ga cukup tapi memang ia terbiasa tidak makan banyak2 dalam sekali kesempatan.
Akhirnya setelah istirahat sejenak…Bobby melangkah pergi dari tempat itu….ia perlu cari tempat untuk tidur malam ini dan baca surat Yassien dulu.
Sementara Banyak orang di sekitar tempat itu masih ayik dengan urusan mereka masing2, ngobrol sambil santap sate ayam dan ada juga yang asyik berdua dipinggir jalan bersama cewenya.Sementara sopir2 becak disitu lagi gempar ngobrolin politik, dan sepakbola.
Tulisan ini di posting pada tgl permalink:
Permalink: http://kupukertas.wordpress.com/2009/09/09/harapan-ceria-ataukah-sia-sia/
September 9, 2009
Bobby Meidianto
PROLOQUE.
Begitulah tiap kali Bobby itu pulang dari Bepergian dan lalu peluk n cium Istrinya itu Sri Andriarsi dengan mesra.
Kemesraan itu seperti tak pernah lekang saat itu, juga kalau pas Sri Andriarsi itu ngambeg dan ngomel2 karena sesuatu hal.
Bobby itu malah tersenyum atau tertawa dan langsung peluk dan cium bibir istrinya yang lagi ngomel itu.
Itulah ringkasan cerita Jaguar dengan istrinya yang adik kelasnya sendiri dari Sekolah Menengah Pekerjaan Sosial Solo itu.
Apalagi saat setelah di karuniai seorang Putra yang mereka beri nama Panji Ardhanarespati.
Bobby si Jaguar itu tambah sayang sekali pada istrinya juga anaknya itu, jadi baby siter bagi anaknya itu serta menjaganya dengan hati2 dan teliti bahkan lebih daripada saat ia menjaga presiden.
Juga saat adiknya Panji itu, yang bernama Pramudya Wardhana Ardhanarespati lahir, dulu sebelum tahun 1998 bahkan hingga sekarang ia Bobby itu sering terlihat mengajak anaknya jalan2 dan belikan es krim serta sate dan Kue Tart saat anak2nya Ulang Tahun.
Well ??? Aku koq jadi ngiri deh!!!
Tapi lalu, sekarang hal itu telah berlalu. Kasihan Mas Bobby yang kini sendirian dan kesepian . Sebagai Pendekar Kesepian atau Pendekar patah Hati?
Semua itu berubah tatkala cinta tak lagi di percaya.
September 7, 2009
Bobby Meidianto
Tags: BOBBY MEIDIANTO, JURNALISTIK, LIFE STORY, NOVEL
Hello world!
Lagi dikerjakan….Please tunggu lima tahun lagi. Bokek nih belum sempat ngerjain weblog ini!
Bayarin donk!
Ini weblog soal rumah tangga Letkol.Inf.Purn. Bobby Meidianto Suami Meutya Hafid dg istri pertamanya Sri Andriarsi, & semua kisah cintanya dan polemik rumah tangganya. nyaingi Krisdayanti-Anang.
DAAAAAAAHHHHHHHHHH! EH…… ? MANA SANGU-NYAA….? BUAT ONGKOS KITA????
July 27, 2008
Bobby Meidianto